Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Sebelum Berangkat Ke Tanah Suci

Tweet

Jika Anda punya niat baik untuk berangkat ke Tanah Suci atau kawasan Timur Tengah lainnya, diharapkan dapat mempersiapkan hati dan fisik secara cermat. Hal ini sangat penting menyusul merebaknya wabah penyakit flu Arab atau infeksi Middle East Respiratory Syndrome (MERS-nCov) yang telah merengut satu nyawa WNI di Jeddah. http://www.saudigazette.com.sa/index.cfm?method=home.regcon&contentid=20130503164057

Seiring kasus tersebut, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pun menyatakan kekhawatirannya, karena Indonesia banyak mengirimkan jamaah haji/umroh serta TKI ke Arab Saudi. “Mula-mula ditemukan kasus di Jeddah, sekarang ada di Mekah dan Madinah, bahkan telah juga ditemukan di Perancis. Dan yang mengkhawatirkan, kemarin dalam tempo 24 jam ada 10 pasien baru sehingga kita sangat risau,” kata Menkes usai pelantikan Kepala Litbangkes Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama di Jakarta. https://id.berita.yahoo.com/menkes-perkembangan-virus-korona-mengkhawatirkan-055249862.html. Bahkan saat ini kasus MERS sudah memasuki kondisi siaga https://id.berita.yahoo.com/siaga-mers-bandara-operasikan-thermoscan-045713350.html.

 

Serangan MERS pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 http://www.who.int/csr/don/2014_05_01_mers/en/, dengan gejala mirip SARS, yaitu demam, batuk dan sesak napas. Penderita dinyatakan meninggal dengan gejala pneumonia (radang paru-paru) dan gagal ginjal. WHO mencatat, 92 dari 238 penderita MERS meninggal dunia.

 

Setelah diteliti, virus penyebab MERS memiliki sedikit perbedaan dengan coronavirus (Cov) yang menyebabkan SARS pada tahun 2003 http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/faq.html. Pada bulan Mei 2013, Dr. Ali Mohamed Zaki, ahli virus dari The Coronavirus Study Group (CSG) of the International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) menyebut virus penyebab MRS sebagai “Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus” (MERS-CoV) [5 pages].

Saat ini belum diketahui dari mana asal virus MERS, yang diduga berasal dari unta atau kelelawar.

 

Agar terhindar dari MERS, Direktur Utama Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, KOTI, FINASIM mengungkapkan tipsnya:

  1. Sekitar 2-4 minggu sebelum berangkat ke Timur Tengah, tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi multivitamin, antioksidan dan penguat daya tahan tubuh. Meski terpapar virus MERS, kondisi tubuh yang sehat akan mampu menangkal virus tersebut.
  2. Selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik. Bila tidak tersedia sabun, cairan pencuci tangan yang berbahan dasar alkohol dapat digunakan.
  3. Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin dan segera buang ke tempat sampah.
  4. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut menggunakan tangan yang belum dicuci.
  5. Menghindari kontak fisik dengan penderita, seperti ciuman, berbagi peralatan makan, dll.
  6. Bersihkan perlengkapan makan, barang pribadi dan pakaian yang sudah digunakan oleh penderita menggunakan desinfektan.

 

Jadi, jangan urungkan niat baik Anda, namun bentengi diri Anda dengan suplemen yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>