Tips Cerdas Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Cerdas

Tweet

Memberikan nutrisi yang cukup untuk otak agar anak tumbuh cerdas dan sehat sangat penting. Kekurangan salah satu nutrisi dapat berakibat buruk pada perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya (British Medical Journal, 2001).

 

Berikut ini adalah kelompok nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung anak cerdas:

No.

Jenis

Fungsi

Sumber

1

Asam lemak esensial (DHA) Pertumbuhan otak dan mata. ASI, terutama bagi bayi berusia di bawah 6 bulan.

Ikan laut, telur, susu, suplemen Omega-3 (DHA).

2

Glukosa Bahan bakar otak, sebagai sumber energi. Beras, ubi jalar, jagung, gandum, kentang, sagu.

3

Protein Pembentuk neurotransmiter

 

Protein hewani : ikan, daging, ayam, keju, susu, putih telur.

Protein nabati : kacang-kacangan, tahu, tempe.

4

Antioksidan Melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna tua.

5

Zat besi Mencegah anemia, menjaga kesehatan sel darah merah. Bayam, tomat, daging merah (sapi, kambing), hati ayam/sapi, kacang merah.

 

Saat bayi di dalam kandungan, nutrisi diperoleh dari makanan yang dikonsumsi oleh Ibu. Setelah lahir, nutrisi untuk anak diperoleh dari susu atau makanan lain yang dikonsumsi. Ini adalah kesempatan bagi orang tua untuk  melengkapi kebutuhan anak akan nutrisi agar di masa mendatang anak tumbuh cerdas secara optimal:

  1. Saat bayi mulai diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI), bayi harus mulai dibiasakan mengonsumsi berbagai jenis makanan. Berikut adalah tips agar Ibu sukses memberikan nutrisi anak cerdas:
  • Untuk tahap awal, gunakan rasa asli dari bahan makanan, jangan tambahkan bumbu apa pun. Biarkan bayi merasakan manis dari buah dan gurih dari kaldu atau kacang-kacangan.
  • Meski masih dalam bentuk puree (bubur halus), namun menu harus enak dan bervariasi, agar anak tidak bosan. Karena itu siapkan list menu untuk dipadupadankan, contohnya :
Sayur Buah Karbohidrat Protein
Bayam

Brokoli

Wortel

Tomat

Kacang merah

Kacang polong

Pisang

Anggur

Apel

Alpukat

Pepaya

Mangga

Jeruk

Melon

Sawo

Beras merah

Ubi jalar

Kentang

Jagung

Biskuit

Labu parang (pumkin)

Ikan

Telur ayam/bebek

Daging ayam/sapi giling

Hati ayam/sapi

Tahu

Keju

  • Untuk mengencerkan puree yang terlalu kental, gunakan susu atau ASI, sehingga anak familiar dengan rasanya.
  1. Saat anak mulai mengonsumsi makanan yang lebih padat, menu pun bisa dibuat lebih bervariasi, misalnya nasi putih lembek dicampur dengan tumisan dada ayam dan brokoli, puree kentang divariasikan dengan keju, ikan dan bayam.
  2. Setelah gigi susu anak tumbuh sempurna dan anak mulai mengonsumsi makanan seperti orang dewasa, libatkan anak saat menyiapkan makanannya :
  • Perkenalkan anak dengan berbagai jenis bahan makanan sambil belajar, misalnya : ini wortel warnanya jingga, bayam warnanya hijau, apel kulitnya merah, tahu warnanya kuning.
  • Bantu anak memilih dan menyantap makanannya sendiri sampai habis.
  1. Saat anak memasuki usia sekolah, saatnya ibu berkreasi menyajikan makanan anak dengan cara yang menarik dengan tetap memperhatikan komposisi gizi makanan, misalnya :
  • Omelet telur diberi mata dari mentimun dan mulut dari saus.
  • Roti dipotong dengan bread-cutter aneka bentuk, dipadukan dengan berbagai jenis isian.
  • Nasi goreng dengan sayuran warna warni : wortel, jagung, buncis, dihias dengan telur puyuh yang diceplok kecil-kecil.

 

Bagi ibu bekerja yang tetap berkomitmen menyiapkan sendiri makanan untuk anak, hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah:

  1. Susunlah menu harian anak selama seminggu, sebagai panduan untuk membeli bahan makanan yang diperlukan.
  2. Untuk mempersiapkan MPASI :
  • Buatlah beberapa jenis makanan puree dalam bentuk beku.
  • Bungkus dalam porsi yang kecil/sesuai dengan porsi anak; ibu juga dapat mencetaknya menggunakan ice-cube (cetakan es batu).
  • Beri label nama makanan dan tanggal pembuatan pada setiap wadah.
  • Saat akan diberikan kepada anak, tinggal dihangatkan.
  1. Untuk mempersiapkan menu anak dan bekal sekolah :
  • Bahan makanan yang bisa dibumbui/diolah dulu malam sebelumnya:
    • Daging ayam/ikan dibumbui dan dipanir, lalu dimasukkan ke dalam kulkas, sehingga siap digoreng di pagi harinya.
    • Daging sapi untuk ditumis, diiris tipis dan direndam dulu di dalam bumbu.
    • Sayur mayur dibersihkan dulu, tiriskan, bungkus dengan plastik yang bersih dan masukkan ke dalam kulkas, besok pagi harinya tinggal dipotong-potong.
    • Beras untuk membuat nasi lembek atau bubur dapat direndam dulu, sehingga proses memasak menjadi lebih cepat.
    • Bahan makanan yang perlu dimasak dulu malam sebelumnya karena proses memasak yang cukup lama:
      • Kentang puree.
      • Makaroni schootel.
      • Lontong.

 

Apa menu favorit putra putri bunda? Yuk libatkan mereka dalam persiapan membuat bekal, sehingga anak mau menyantap bekalnya dengan senang hati dan mengurangi jajan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>