ASI Air Susu Ibu Berkualitas, Anak Cerdas

Tweet

asi, air susu ibuASI (Air Susu Ibu), merupakan “hadiah” terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya. Selain dapat memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan kecerdasan, pemberian ASI juga dapat memperkuat ikatan emosional antara ibu dengan bayinya.

Bagaimana cara mengoptimalkan kualitas ASI, sehingga kecerdasan anak optimal?
Untuk mengoptimalkan kualitas ASI, asupan nutrisi merupakan salah satu kunci utama, yang perlu diperhatikan semenjak seorang calon ibu merencanakan untuk hamil. Mengapa? Karena ibu yang sehat akan mengandung anak yang cerdas, dan kecerdasan anak sudah mulai berkembang sejak masih berada di dalam kandungan. Baca juga artikel ‘Menciptakan Generasi Cerdas Sejak Masa Prakonsepsi’.

Pada fase menyusui, nutrisi bukan hanya penting untuk memenuhi kebutuhan ibu, tapi juga bayi yang pada 6 bulan pertama kehidupannya bergantung penuh pada air susu ibu (ASI). Inilah nutrisi yang penting bagi ibu menyusui :

  1. Tambahan kalori, sebagian besar ibu menyusui memerlukan 500 kalori ekstra dari jumlah asupan kalori normal mereka. Ibu bisa mengonsumsi sayur dan buah sebagai sumber kalori yang rendah lemak, kaya vitamin, mineral dan serat.
  2. Karbohidrat, ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi biji-bijian whole grain yang mengandung lebih banyak nutrisi (vitamin dan mineral) dan serat, sehingga membantu mencegah konstipasi.
  3. rotein, ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi 1 gram protein untuk setiap 1/2 kilogram berat badan per hari. Anda bisa memilih sumber protein dari daging, unggas, makanan laut, telur, kacang-kacangan serta produk susu.
  4. Asam lemak Omega-3 dan Omega-6, penelitian dari Bagian Gizi Masyarakat-UI menyimpulkan asam lemak Omega-3 dan Omega-6  berperan penting meningkatkan kecerdasan anak.
    • Omega-3, termasuk dalam kelompok asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang, yang merupakan pembentuk utama sistem saraf. Omega-3 terdapat pada beberapa jenis ikan, seperti tuna, salmon, sardin, mackerel dan herring.
    • Omega-6, yang di dalam tubuh akan diubah menjadi asam arakhidonat (AA). AA berfungsi sebagai pengantar rangsang antarsel saraf dan membantu perkembangan otak. Omega-6 dapat ditemui pada minyak kedelai.
  5. Vitamin, di antaranya :
    • Vitamin A yang berperan dalam pertumbuhan sel saraf anak, banyak terdapat dalam wortel, hati, jeruk dan bayam.
    • Vitamin B6, yang berperan dalam proses metabolisme asam amino (protein), banyak terdapat dalam hati dan kacang-kacangan.
    • Vitamin B9 (asam folat), yang berperan untuk mencegah kelainan otak, banyak terdapat dalam hati sapi, bayam, brokoli, pisang, gandum, kuning telur ayam, jus jeruk dan kacang almond.
    • Vitamin C, yang berperan dalam proses pembentukan neurotransmiter.
  6. Mineral :
    • Zat besi, penting untuk pembentukan sel darah merah, yang berfungsi mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan anemia dan mengakibatkan kekurangan nutrisi pada sel-sel tubuh, termasuk otak. Akibatnya, perkembangan otak dan motorik bayi terhambat. Zat besi banyak terdapat dalam sayuran hijau, jagung, telur, buah bit, aprikot dll.
    • Yodium, berfungsi mengatur hormon pertumbuhan, menjaga metabolisme dan membantu perkembangan otak bayi. Yodium bisa diperoleh dari susu, serealia dan garam beryodium.
    • Sodium, potasium dan kalsium berperan dalam proses pembentukan neurotransmitter.
    • Kalsium, sama seperti masa kehamilan, kebutuhan kalsium selama menyusui tetap tinggi. Hasil studi menemukan, asupan kalsium tinggi selama menyusui terbukti mengurangi risiko osteoporosis di usia selanjutnya. Anda bisa mendapatkan kalsium dari produk-produk susu.
  7. Perbanyak minum, usahakan minum 2,25-2,7 liter sehari. Saat menyusui ibu biasanya cenderung lebih cepat haus, karena tubuh menggunakan air untuk pembentukan susu.

Selain itu, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui :

  1. Batasi asupan gula, garam, lemak dan makanan olahan.
  2. Hindari asap rokok yang akan mengurangi produksi ASI dan mengganggu perkembangan paru-paru bayi.
  3. Hindari alkohol yang dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi.
  4. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan apa pun.

Itulah nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu menyusui, bagaimana nutrisi bagi bayi berusia di atas 6 bulan, yang sudah mulai mengonsumsi makanan tambahan? Apa saja yang perlu diperhatikan oleh ibu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>