Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Tweet

cara mengatasi anak susah makanAnak pilih-pilih makanan atau malah susah makan? Pasti bukan masalah anak kenyang atau tidak, tetapi yang Ibu kuatirkan adalah apa gizi yang dikonsumsi anak cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya?

Kekuatiran Ibu memang ada dasarnya, karena kekurangan gizi pada masa pertumbuhan bisa berakibat fatal. Kekurangan kalsium pada anak bisa menurunkan kekebalan tubuh, berkurangnya daya ingat, gangguan jantung hingga kram otot. Anak kekurangan zat besi akan mengakibatkan anemia dan gangguan proses berpikir. Kurang protein pada anak menyebabkan otak anak tidak bisa berkembang optimal, gangguan motorik dan kecerdasan, dsb.

Lalu… Bagaimana agar anak mau makan, sekaligus memenuhi kebutuhan gizinya?
Bila anak susah makan, coba dulu atasi dengan beberapa tips berikut :

  1. Berikan makanan sesuai dengan porsi anak, sehingga anak mau makan dengan perasaan senang.
  2. Masak makanan sesuai dengan kemampuan makan anak, misalnya potong sayuran kecil-kecil dan masak hingga cukup lunak sehingga mudah dikunyah.
  3. Bila anak belum bisa makan sendiri, ajak anak makan bersama dengan anggota keluarga lainnya, supaya anak mempelajari cara makan orang dewasa. Bila ada orang tua yang diet, beri penjelasan mengapa ‘nenek’ atau ‘kakek’ tidak diijinkan makan daging terlalu banyak, dsb. Makan bersama juga merupakan ajang memberi contoh kepada anak, misalnya membiasakan anak makan sayur.
  4. Kurangi susu, di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Selebihnya anak membutuhkan nutrisi dari jenis makanan lain. Variasikan menu makan anak, agar lebih mudah buatlah menu seminggu. Agar anak tidak bosan, nasi bisa diganti dengan roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Lauk, sayuran dan buah untuk anak juga dapat dipadupadankan.
  5. Sajikan makanan secara menarik, misalnya bentuk nasi dengan cetakan kue yang lucu, buat bunga dari wortel dengan buncis sebagai daunnya, atau telur goreng diberi timun sebagai mata dan tomat sebagai mulut, dan sebagainya.
  6. Aturlah jadwal pemberian makanan selingan atau cemilan di antara waktu makan tiba. Hindari makanan kemasan yang mengandung banyak zat aditif (pewarna, pemanis, penambah rasa buatan, dll). Beri juga cemilan yang sehat seperti potongan buah, keju, yoghurt, cake tanpa obat atau kue yang diolah dengan buah atau wortel, dsb.
  7. Bila anak sudah mulai bisa memegang sendok, biasakan anak mencoba makan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Jangan takut berantakan, “feeding is about learning”. Temani dia dan manfaatkan saat makan untuk mengajari anak. Berikan pujian bila anak sudah bisa menghabiskan makanannya sendiri.
  8. Bila anak sudah cukup besar, ajak anak untuk menyiapkan makanannya, misalnya mengoleskan selai pada roti atau mengajaknya memasak, tentu dengan pengawasan Ibu.

Para Ibu sudah mendapatkan manfaat dengan mengikuti tips cerdas di atas. Dan yang terpenting gizi anak terpantau dan kebutuhannya tercukupi, sehingga anak tumbuh optimal.
Bagaimana cara mengoptimalkan kecerdasan anak? Banyak penelitian melaporkan kecerdasan anak bisa dioptimalkan sejak dini, simak selengkapnya dalam artikel Mempersiapkan Kehamilan & Pasca Persalinan.

Blog Comments: (One comment so far)

  1. Pingback: Cara Praktis Menyiapkan Bekal Anak Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>