Daya Tahan Tubuh Drop? Anda Perlu Vitamin C

Tweet

Tubuh yang sehat adalah investasi yang sangat berharga. Banyak cara dilakukan orang untuk meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh agar terhindar dari penyakit. Salah satu vitamin yang sangat terkenal manfaatnya untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah vitamin C. Tak heran, saat cuaca tidak menentu dan rasanya daya tahan tubuh sedang drop, banyak orang langsung mengonsumsi vitamin C sebanyak-banyaknya. Sebenarnya berapa dosis vitamin C yang aman dan  dianjurkan sehingga manfaatnya optimal?

 

Menurut dr. Sukamto  Koesnoe, SpPD, FINASIM, spesialis penyakit dalam Divisi Alergi dan Imunologi Klinik RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, sukses atau tidaknya suplementasi vitamin C untuk mendongkrak imunitas tubuh, sangat tergantung pada 3 hal: kondisi fisik, kebutuhan dan dosis. Pemberian vitamin C dengan dosis yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan ginjal tingkat ringan sampai berat karena kelebihan vitamin C akan dibuang ke ginjal sehingga memperberat kerja ginjal. Selain itu, jika vitamin C megadosis dikonsumsi bersamaan dengan obat jenis aspirin atau sulfonamide dapat membentuk kristal dalam ginjal yang bisa berujung gagal ginjal. Karena itu konsumsi vitamin C harus disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.

 

Dosis vitamin C harian atau yang dianjurkan (Recommended Dietary Allowance) sesuai dengan Food and Nutrition Board yang dikeluarkan oleh Institute of Medicine (IOM) of the National Academies (National Academy of Science) adalah :

Usia Pria Wanita Hamil Menyusui
0-6 bulan 40 mg* 40 mg*
7-12 bulan 50 mg* 50 mg*
1-3 tahun 15 mg 15 mg
4-8 tahun 25 mg 25 mg
9-13 tahun 45 mg 45 mg
14-18 tahun 75 mg 65 mg 80 mg 115 mg
>19 tahun 90 mg 75 mg 85 mg 120 mg

* dosis ini dibuat untuk memastikan kecukupan asupan vitamin C pada anak di bawah usia 1 tahun.

 

Bagaimana dengan dosis suplementasi vitamin C dosis tinggi seperti yang banyak beredar di pasaran?

Anda hanya dapat mengonsumsi vitamin C dosis tinggi atas rekomendasi dari dokter. Anda dianjurkan menghindari dosis vitamin C di atas 1000 mg/hari, yang dapat memicu terbentuknya batu ginjal (Linus Pauling Institute, 2013).

 

Dokter Frans Abednego Barus, Sp.P. dari klinik asma dan alergi Dokter Indrajana Jakarta mengatakan, “Virus dan bakteri berada di sekeliling manusia. Apabila daya tahan tubuh lemah, mereka dapat masuk melalui saluran pernapasan sehingga terjadi infeksi. Kalau dirasakan makanan dan minuman belum mencukupi dapat menambah dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk menjaga agar tubuh tetap kuat. Tentu saja Anda harus memilih vitamin C berbahan alami dalam dosis yang tepat sesuai kebutuhan harian tubuh.”

http://taranatureepa.co.id

http://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/

http://profiles.nlm.nih.gov/MM/B/B/R/N/_/mmbbrn.pdf

http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/vitamins/vitaminC/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1541262/pdf/clinexpimmunol00225-0180.pdf

http://www.webmd.com/diet/features/the-benefits-of-vitamin-c


Blog Comments: (4 comments so far)

  1. Pingback: Suplemen ? Obat

  2. Pingback: Tahukah Anda Bahaya Apa Saja yang Mengintai di Balik Air Hujan?

  3. Pingback: Sakit Pasca Libur Lebaran? Enggak Dong!

  4. Pingback: Darah Rendah? Penuhi Nutrisi Penting di Bawah Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>