Hidup Nyaman, Aktif dan Produktif dengan diabetes Mellitus

Tweet

Vonis Diabetes Mellitus/DM (kencing manis) sering membuat penderitanya down… karena pasti terlintas bayangan tidak bisa makan enak, tergantung pada obat, tidak bebas beraktivitas dan biaya perawatan yang mahal. Apalagi DM sudah divonis sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Padahal DM bukanlah akhir dari segalanya.

Meskipun ada DM yang disebabkan oleh faktor keturunan, namun kebanyakan DM terjadi akibat pola hidup tidak sehat. Jadi DM bisa dikendalikan, di antaranya dengan mengenali gejalanya sejak dini.

Berikut 3 gejala klasik DM yang perlu diwaspadai:

  1. Banyak kencing, terutama di malam hari.
  2. Gampang haus dan banyak minum, sebagai akibat dari sering kencing.
  3. Lapar yang berlebihan.

Gejala lainnya yang mungkin merupakan penanda DM adalah:

  1. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  2. Adanya luka yang sukar sembuh.

Bila kadar gula darah sampai tidak terkontrol, maka berbagai komplikasi pun mengintai:

  1. Gangguan penglihatan, yang bisa mengakibatkan kebutaan.
  2. Gangguan saraf, yang menimbulkan kesemutan, nyeri seperti terbakar atau mati rasa. Akibatnya kulit lebih sering cedera. Karena kuman tumbuh subur pada darah dengan kadar gula tinggi, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi, luka sulit sembuh bahkan amputasi.
  3. Gangguan ginjal, akibat kadar gula darah yang tinggi, ginjal bekerja lebih berat dan lama kelamaan fungsi ginjal terganggu dan rusak.
  4. Gangguan fungsi seksual (impotensi).
  5. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, karena tingginya kadar gula meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah.
  6. Koma Diabetes akibat kadar gula yang tidak terkontrol.

Bagi Anda yang sudah divonis menderita DM, siapa bilang Anda tidak bisa lagi menikmati makanan favorit, aktif berkarir dan menikmati hobi yang digemari?

Anda dapat hidup nyaman, aktif dan produktif, terhindar dari komplikasi, kuncinya hanya disiplin.

4 pilar penatalaksanaan DM yang perlu diperhatikan :

 Edukasi, penting agar penderita dapat menikmati hidup lebih nyaman :

  • Mengerti cara mengendalikan dan memantau kadar gula darah secara rutin, misalnya dengan membeli alat cek gula darah, sehingga Anda bisa melakukan cek sendiri di rumah.
  • Mengerti cara perawatan luka pada kaki dan pemilihan alas kaki yang aman.
  • Mengerti cara menghadapi kondisi darurat, yaitu hipoglikemia atau hiperglikemia dengan mengenali gejala serta cara mengatasinya, misalnya:
    • Selalu membawa biskuit atau makanan manis untuk dikonsumsi saat kadar gula darah drop.
    • Membawa obat penurun kadar gula darah, bila terasa gejala kadar gula darah meningkat.

Upaya ini hendaknya didukung oleh keluarga dan kerabat terdekat, sehingga penderita lebih optimis menjalani hidupnya.

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko DM, terutama faktor keturunan, Anda dapat menurunkan risiko DM dengan   menerapkan pola hidup sehat sejak muda.

Pengaturan gizi dan diet yang biasa dikenal dengan 3J:  

a. Jumlah


Konsumsi kalori per hari antara 25-30 kalori/kg berat badan; jadi bila berat badan penderita 60 kg, maka jumlah kalori yang dibutuhkan  adalah antara 1500-1800 kalori/hari, contohnya:

  • Jika Anda sudah makan di restoran, artinya Anda tidak perlu makan lagi di rumah.
  • Saat menghadiri acara makan malam misalnya, jika hidangan pembuka terdapat roti atau kentang makanlah sedikit saja. Saat hidangan utama disajikan, kurangi porsi nasi dan tambahkan porsi sayur untuk mengimbanginya. Saat hidangan penutup disajikan, makanlah sedikit, hanya sekedar mencicipi tentu boleh-boleh saja.

b. Jenis


  • Mengurangi makanan yang digoreng dan lemak hewani.
  • Mengganti beras putih dengan beras merah atau gandum.
  • Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral yang membantu menjaga stamina dan mendukung proses metabolisme yang sehat.
  • Mengonsumsi asam lemak tidak jenuh rantai ganda seperti Omega-3 dan Omega-6 yang baik untuk menjaga kadar kolesterol, sehingga insulin dapat bekerja lebih optimal.

c. Jam


Makan teratur 3 kali makan berat dan 2 kali makan ringan di sela-sela jam makan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Latihan jasmani

Olahraga aerobik (jalan/bersepeda) secara teratur selama 30-60 menit minimal 3 kali seminggu, untuk menjaga kebugaran dan mengefektifkan kerja insulin.Latihan jasmani.

Terapi

Terapi obat dan farmakologis termasuk suplemen untuk mencegah terkena Diabetes Mellitus.

Nature Diablast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>