KANKER = VONIS MATI ???

Tweet

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi, 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 dan 2015. Kanker bisa diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin dan status sosial.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya stadium kanker sudah lanjut.

Apa itu kanker dan bagaimana agar kita terhindar dari serangannya? Mari simak tanya jawab berikut:

Apakah kanker?

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor yang ganas adalah kanker.

Apa saja gejala awal kanker yang perlu diwaspadai?

Kanker memiliki gejala berbeda sesuai dengan organ tubuh yang terserang, berikut beberapa gejala kanker yang perlu diwaspadai:

  1. Kanker paru-paru: batuk terus menerus, batuk berdarah, nafas sesak, nyeri dada.
  2. Kanker prostat: linu di bagian paha dan punggung, tungkai lemah, gangguan buang air kecil, terdapat darah dalam air seni.
  3. Kanker servix: keputihan berlebihan, berbau busuk, nyeri saat berhubungan seksual, pendarahan yang tidak normal, misalnya : pendarahan di antara periode menstruasi, menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya.
  4. Kanker payudara : benjolan pada payudara, puting susu tertarik ke dalam, timbul borok pada payudara, pendarahan pada puting susu.

Untuk memastikan tumor atau bukan dan membedakan jenis tumor, harus didapatkan diagnosis pasti tiap tumor yang hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan sitologi (pengambilan jaringan tubuh yang diduga mengidap tumor).

Apakah kanker diturunkan?

Berdasarkan penelitian di Swedia yang melibatkan 8 juta orang dan orang tua mereka, risiko kanker memang diturunkan, terutama pada mereka yang orang tuanya terdiagnosis kanker di usia muda. Jenis kanker yang diturunkan antara lain kanker kulit 3,5%, paru-paru 5%, kolon 6,4%,  payudara 8,8% dan prostat 30,1%.

Bagi mereka yang sudah memiliki faktor risiko sebaiknya lebih memperhatikan gaya hidupnya, yang dapat menjadi faktor lain yang memperbesar risiko kanker.

Faktor apa saja yang disinyalir menjadi penyebab timbulnya kanker?

Faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker :

  1. Bahan kimia: zat-zat yang terdapat pada asap rokok, bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon.
  2. Penyinaran yang berlebihan.
  3. Virus, beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker.
  4. Hormon, pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat.
  5. Makanan: misalnya makanan yang lama tersimpan dan berjamur dapat tercemar

Dapatkah kita menghindari kanker?

“Tentu saja dapat, bahkan orang yang punya risiko beberapa jenis kanker pun masih punya harapan bebas dengan cara mengubah gaya hidupnya,” ujar Karen Collins, dari American Institute for Cancer Research.

World Cancer Research Fund menerbitkan laporan berjudul Food, Nutrition, Physical Activity and the Prevention of Cancer: A Global Perspective yang menyajikan kunci sehat untuk meminimalkan risiko kanker, yang dibuat berdasarkan penelitian terhadap 7.000 kajian kanker. Rekomendasi mereka di antaranya:

  1. Menjaga berat badan ideal: jaga Indeks Masa Tubuh antara 21 dan 25, cara menghitungnya adalah bobot dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat.
  2. Berolah raga teratur dengan intensitas sedang, minimal 30 menit setiap hari. Idealnya, setiap hari kita berolahraga 60 menit.
  3. Menjaga pola makan sehat :
  • Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan.
  • Lebih banyak makan makanan berserat, seperti sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan.
  • Seimbangkan menu makanan Anda setidaknya dua pertiga nabati dan tidak lebih dari sepertiga protein hewani (American Institute for Cancer Research).
  • Lebih banyak makan makanan segar dan menghindari makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama, misalnya daging olahan.
  • Membatasi minuman alkohol.
  • Perbanyak minum air putih.
  1. Perhatikan metode mengolah makanan : menggoreng atau memanggang daging pada suhu yang sangat tinggi bisa membentuk bahan kimia yang meningkatkan risiko kanker. Metode memasak dengan merebus, tim atau mengukus lebih aman.
  2. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok.
  3. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress.

Blog Comments: (One comment so far)

  1. Pingback: Tahukah Anda, gaya Hidup Adalah Penyumbang Terbesar Masalah kanker?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>