Kesemutan? Jangan Anggap Enteng

Tweet

Mungkin Anda pernah merasa kesal saat kaki tiba-tiba terasa kebal dan sulit digunakan berjalan akibat kesemutan? Biasanya kesemutan dianggap sepele, karena sering terjadi akibat salah posisi duduk atau otot yang tegang.

Padahal tidak setiap kesemutan disebabkan oleh kedua hal tersebut… dan kesemutan yang tidak biasa tersebut adalah gejala gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.

Apa sebenarnya kesemutan?

Kesemutan atau paresthesia adalah sensasi rasa dingin, panas atau seperti dirambati sesuatu pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari luar.

Kesemutan terjadi jika saraf dan pembuluh darah mengalami tekanan sehingga terjadi iritasi pada serabut saraf. Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah terganggu.

Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan. Namun waspadalah jika kesemutan:

  1. Tak kunjung hilang setelah bagian tubuh digerakkan.
  2. Merambat ke bagian tubuh yang lebih luas.
  3. Terjadi semakin sering.
  4. Kesemutan berubah menjadi rasa kebal.

Segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Bisa jadi pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang atau bahkan otak.

Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan antara lain:

  1. Diabetes mellitus atau kencing manis. Pada penderita diabetes kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke serabut saraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
  2. Penyakit Jantung Koroner, kesemutan biasanya terjadi karena komplikasi jantung dan saraf. Kadang terjadi pada penderita yang menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
  3. Stroke, kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur. Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.
  4. Radang sumsum tulang belakang (myelitis), Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Rematik, Spasmofilia (tetani), Guillain-barre syndrome, Multiple sclerosis (MS) dan penyakit berbahaya lainnya.

Jadi… kesemutan? Jangan anggap enteng. Bila Anda mengalami gejala yang mencurigakan segera ke dokter dan atasi penyebabnya:

  1. Jaga posisi duduk dan berdiri dengan benar. Misalnya, duduk tegak tetapi rileks. Saat berdiri, bagi beban dengan sama rata di antara kedua kaki. Selain itu, rajinlah melakukan olahraga peregangan (stretching) dan olahraga yang melatih keseimbangan.
  2. Kontrol gula darah dan jalankan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan cek gula darah secara berkala.
  3. Menjaga aliran darah tetap lancar dengan berolah raga teratur, menjaga kadar kolesterol di angka normal dan mengonsumsi Circulan, suplemen yang sangat efektif melancarkan aliran darah karena keempat komponen utamanya bekerja sinergis di 4 organ sistem peredaran darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>