Tips Masa Kehamilan dan Persiapan Persalinan

Tweet

Masa Kehamilan dan Persiapan PersalinanTips mempersiapkan masa kehamilan dan persiapan persalinan, agar bayi yang terlahir tumbuh sehat, cerdas dan berkualitas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir 40% kehamilan di negara berkembang, termasuk Indonesia merupakan sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua tidak siap dalam segala hal, baik tentang cara mempersiapkan diri untuk hamil juga tentang suplai nutrisi yang dibutuhkan oleh janin agar tumbuh sehat dan cerdas.

Padahal, banyak pakar sudah menyatakan, seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan.  Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang dan stimulasi (dr. Sudjatmiko, MD SpA., Fak Kedokteran UI).

Sekarang, sebagian besar dokter menyarankan agar calon ibu tidak hanya memelihara kesehatannya selama 9 bulan kehamilan saja, melainkan mulai melakukan pemeriksaan, mempersiapkan mental dan memperhatikan asupan nutrisi minimal 3 bulan sebelum masa kehamilan, mengingat :

  1. Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil akan mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan anak, terutama untuk mengetahui kemungkinan kehamilan yang berisiko atau penyakit menurun (genetik). Bila hal ini dapat diketahui secara dini, maka dokter dapat melakukan tindakan antisipasi.
  2. Seorang calon ibu harus siap menerima kehamilannya, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki dan dapat menerima risiko dari kehamilannya, misalnya, seorang wanita karier yang hamil harus bisa mengatur waktu agar kehamilannya berjalan baik dan pekerjaannya tetap lancar. Lihat artikel ‘Tips mengatur kehamilan bagi wanita bekerja’.
  3. Dari seorang ibu yang sehat akan lahir bayi yang sehat dan cerdas. Bicara masalah kecerdasan, berarti kita bicara tentang perkembangan otak. Perkembangan otak janin sendiri sudah dimulai semenjak minggu ke-5 kehamilan. Untuk proses pembentukan dan otak janin yang optimal, dibutuhkan asupan DHA dalam jumlah cukup besar.  DHA merupakan bahan pembangun jaringan otak dan khususnya harus tersedia dalam jumlah besar di grey matter otak. Janin mendapatkan DHA dari plasenta dan selanjutnya melalui air susu ibu.

Inilah persiapan-persiapan yang perlu dilakukan oleh calon ibu:

  1. Menjaga berat badan ideal calon ibu, tubuh yang terlalu kurus akan berpengaruh pada produksi sel telur setiap bulannya. Sementara lemak yang berlebihan karena kegemukan bisa mengganggu kehamilan dan janin.
  2. Memeriksakan kesehatan : gangguan tiroid, anemia, kekurangan zat besi, tekanan darah tinggi, diabetes dan infeksi vagina, adalah sederet penyakit yang bisa mengganggu kehamilan. Periksakan kesehatan Anda untuk memastikan tubuh Anda dan pasangan sehat.
  3. Memperhatikan obat-obatan yang dikonsumsi, berkonsultasilah dengan dokter, karena beberapa jenis obat tidak dianjurkan bagi wanita hamil.
  4. Hentikan kebiasaan buruk (bad habits), misalnya bila ibu memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol atau kafein. Rokok menyebabkan bayi lahir dengan berat kurang, selain tentu juga merusak paru-paru. Nekat minum alkohol bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin, sedangkan kafein bisa meningkatkan risiko keguguran.
  5. Mulai berolah raga, karena selama hamil 9 bulan, tubuh calon Ibu harus bekerja lebih keras untuk menjamin kesejahteraan janin di kandungan.
  6. Nutrisi untuk persiapan kehamilan; nutrisi optimal sangat dibutuhkan untuk mendukung pembuahan dan perkembangan calon janin, juga baik untuk mempersiapkan kehamilan dan pasca melahirkan. Fungsinya adalah agar terhindar dari masalah di saat hamil, memiliki bayi yang sehat serta memperlancar ASI (Air Susu Ibu).

Setelah ibu hamil dan melahirkan, ASI adalah makanan utama bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. Bagaimana agar ibu dapat memberikan ASI berkualitas, sehingga kesehatan anak optimal? Baca artikel ‘ASI Berkualitas, Anak Cerdas‘.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>