Penyebab Penyakit Hepatitis, Pencegahan dan Perawatannya

Tweet

Hepatitis berasal dari kata hepar (hati) dan itis (peradangan). Penyebabnya adalah Virus Hepatitis A, B, C, D, atau E. Virus Hepatitis A biasanya menyebabkan hepatitis akut, sementara Virus Hepatitis B dan C menyebabkan hepatitis kronis (menahun). Berikut adalah perbedaan antara Hepatitis Akut dengan Kronis:

Gejala Hepatitis A biasanya tidak muncul sampai Anda terjangkit virus selama beberapa minggu (2-6 minggu). Gejala yang paling sering dilihat adalah kulit dan mata menguning. Selain itu, gejala yang paling nyata adalah kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, urin berwarna gelap, demam serta nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk).

Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Hepatitis A tidak pernah berkembang parah seperti Hepatitis B atau C. Meski demikian, Hepatitis A tetap harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas.

Untuk mencegah serangan dan penularan Hepatitis hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Melakukan vaksinasi Hepatitis.
  • Menerapkan perilaku hidup bersih:
    • Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet.
    • Bila terkena air genangan banjir, segera bersihkan diri dengan sabun.
    • Tidak menggunakan handuk, sikat gigi dan barang pribadi yang sama dengan orang lain.
    • Tidak menggunakan jarum suntik lebih dari 1 kali.
  • Menjaga kebersihan makanan dan alat makan:
    • Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak dengan benar dan terjamin kebersihannya.
    • Jangan jajan sembarangan.
    • Pisahkan peralatan makan yang digunakan oleh penderita agar tidak digunakan oleh orang lain.
  • Menerapkan pola hidup sehat: tidur minimal 8 jam sehari, berolahraga secara teratur, mengurangi stress, menghindari perilaku seks bebas dan menghindari alkohol.

Bagi penderita Hepatitis, berikut adalah langkah perawatan yang perlu diberikan untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan:

  1. Mengistirahatkan tubuh, agar sistem kekebalan tubuh dapat memerangi infeksi.
  2. Mengistirahatkan hati agar kerusakan sel akibat peradangan dapat segera pulih. Caranya adalah dengan mengurangi pemberian obat atau makanan yang memicu kerja hati.
  3. Memberikan asupan nutrisi yang tepat baik jenis maupun jumlahnya. Mengingat salah satu dampak dari infeksi Hepatitis A adalah rasa mual yang mengurangi nafsu makan, bila perlu diberikan obat antimual sesuai dengan rekomendasi dokter.

Asupan nutrisi yang tepat merupakan salah satu kunci untuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan bagi penderita. Bagaimana memilih menu yang tepat bagi penderita Hepatitis? Dapatkan caranya dalam artikel Diet Bagi Penderita Hepatitis.

Blog Comments: (6 comments so far)

    • Dear Ibu/Bapak…

      Berikut penjelasan kami:
      HEPATITIS A :
      Penularan melalui udara. Kemungkinan keluarga/anak terular tetap ada, tetapi selama penderita tidak berhubungan langsung maka tidak akan tertular (maksudnya: Gunakan Masker, Pisah Peralatan Makan/Minum)

      HEAPATITIS B + C : Penularan melalui darah (mis. hubungan suami istri, jarum suntik dan transfusi darah), Jika penderita Hepatitis B tengah mengandung, maka ada kemungkinan Janin yang dikandung akan tertular juga.

      Demikian infonya, semoga bermanfaat.

      Invite BB kami di 26f864e8

      Success – Health – Harmony
      Lisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>