Tahukah Anda Bahaya Apa Saja yang Mengintai di Balik Air Hujan?

Tweet

Musim hujan datang, euforia menyambut kedatangannya hanya terjadi pada masa-masa awal hujan turun dan perlahan memudar dengan semakin tingginya intensitas hujan bersama berbagai masalah, mulai dari banjir, aktivitas yang terganggu, jadwal mati listrik yang semakin sering dan lain sebagainya.

Sebenarnya selain masalah-masalah ekternal seperti di atas, air hujan ternyata juga berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengundang datangnya berbagai penyakit. Kok bisa ya? Padahal air hujan  kan tampak bersih dan tidak berbahaya.

Sebenarnya, mengapa air hujan dapat berbahaya bagi kesehatan? Simak penjelasannya berikut ini:

1. Bahaya di balik rintik air hujan pertama

Hujan-hujan pertama yang turun setelah musim penghujan tiba diyakini berbahaya bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan hujan-hujan pertama tersebut berfungsi membersihkan pencemaran atmosfer sehingga zat-zat berbahaya di atmosfer menempel dan terbawa bersama air hujan. Karena itu hindarilah bermain hujan di hujan pertama yang turun. Rintik air hujan pertama juga mengandung partikel dan polutan berbahaya seperti kandungan logam berat bahkan racun, sehingga dapat menghambat kerja lambung dan berbahaya bagi usus.

2. Air hujan mengandung banyak bakteri dan gas berbahaya

Sebuah studi mengatakan bahwa ada rata-rata 1.362 bakteri dari berbagai jenisnya yang terdapat dalam setiap sampel air hujan yang di uji coba.

Dalam proses pembentukan awan dan hujan, uap air yang berasal dari laut  bercampur dengan gas-gas di udara, yang beberapa di antaranya berbahaya bagi kesehatan, seperti monoksida, zinc, dan timbal. Zat monoksida dalam air hujan adalah satu jenis zat dengan partikel tunggal yang tak dapat terurai meski telah dimasak.

Air hujan juga diyakini mengalami demineralisasi sehingga, mineral yang awalnya terkandung dalam air laut telah hilang dan yang mengkonsumsinya rentan menyebabkan masalah pada gigi.

3. Hujan-hujanan akan mengganggu suhu tubuh

Apabila kita hujan-hujanan, kita akan rentan terkena pusing, meriang dan influenza. Hal ini disebabkan karena kontak dengan air hujan yang suhu dinginnya tidak sesuai dengan suhu tubuh manusia berpotensi melemahkan sistem imun dan menyempitkan pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah ini utamanya terjadi di bagian hidung dan tenggorokan, sehingga dua organ tersebut biasanya bermasalah setelah melakukan ritual hujan-hujanan. Suhu dingin air hujan umumnya menyerang kepala, sebagai organ teratas yang mengalami kontak pertama dengan air hujan, sehingga kepala akan mengalami perubahan suhu tubuh yang drastis. Kemudian mendadak menyebabkan kepala menderita berbagai gangguan, seperti migrain, pusing dan vertigo.

4. Gerimis mengandung asam dan senyawa berbahaya

Kepercayaan ini bukan sekadar mitos karena memiliki landasan ilmiah. Gas-gas yang dikandung dalam air hujan memiliki sifat asam yang kadarnya akan meninggi dalam air hujan yang turun satu-satu atau umum disebut gerimis. Karena itu, hindarilah hujan-hujanan ketika gerimis karena kemungkinan terserang penyakit akan lebih besar.

Namun demikian jika terlanjur kehujanan dalam perjalanan, pastikan mandi air hangat setibanya di rumah dengan membasahi kepala anda. Keramas setelah terguyur air hujan untuk menghilangkan senyawa berbahaya yang masih menempel di kulit maupun di rambut Anda. Lakukan ini segera mungkin setibanya Anda di rumah sehingga Anda dapat meminimalisir kemungkinan terserang penyakit.

Peralihan atau pancaroba dari musim kemarau ke penghujan biasanya menyebabkan sistem imun menipis sehingga daya tahan tubuh menurun. Karena itu, benteng pertahanan tubuh akan semakin goyah jika masa-masa rawan tersebut tidak didukung dengan proteksi maksimal. Lengkapi proteksi diri Anda dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya serat. Tambahkan suplemen Royal Jelly dan Vitamin C untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh.

 

Sumber:

http://www.articlegold.com

http://www.detikhot.com

http://www.medikaholistik.com

http://www.pikiran-rakyat.com

http://www.republika.co.id

http://www.tanyadok.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>