Biarkan Anak-anak Anda Bermain di Luar

Tweet

Zaman sekarang banyak anak-anak yang suka sekali bermain gadget, menatap layar biru dalam waktu berjam-jam hingga lupa waktu. Padahal sebagai orang tua, kita sebaiknya mengingatkan anak kita agar tidak terlalu lama menatap lahar ponsel atau alat elektronik lainnya. Lebih baik biarkan anak bermain di luar bersama alam dan teman-teman sepermainannya.

Mungkin masih banyak para orang tua takut membiarkan anaknya bermain di luar karena takut anak sakit karena terpapar matahari. Padahal matahari pada pukul 8 pagi hingga pukul 10 pagi dan matahari setelah jam 3 sore aman bagi kesehatan dan membantu menstimulasi vitamin D di dalam tubuh. Vitamin D dibutuhkan sejak anak berada dalam kandungan, berlanjut setelah dia lahir, saat kanak-kanak, hingga dia dewasa. Secara umum, vitamin D berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi.

Reseptor vitamin D tersebar di seluruh tubuh manusia. Oleh karena itu, tidak heran jika vitamin D memiliki peranan yang krusial bagi metabolisme tubuh, seperti mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan yang optimal. Matahari adalah sumber utama bagi manusia, termasuk anak-anak. Paparan sinar matahari pada kulit manusia dapat menstimulasi proses produksi vitamin D oleh tubuh. Sinar matahari yang berperan dalam proses sintesis vitamin D oleh tubuh adalah sinar UV-B.

Sumber utama untuk mendapatkan asupan vitamin D agar bisa dibentuk oleh tubuh dengan bantuan matahari adalah susu sapi, yogurt, sereal, produk biji-bijian, ikan dan minyak ikan, kuning telur, tempe, tahu, jamur, jus jeruk, dan lain-lain.

400 IU vitamin D merupakan dosis yang aman untuk semua usia, dan telah disepakati oleh para ahli. Jika ingin disetarakan dengan satuan berat, maka 400 unit internasional (IU) vitamin D setara dengan 10 mikrogram vitamin D. Untuk bayi, dosis vitamin D yang direkomendasikan adalah antara 300 hingga 400 IU per hari.

Pada anak, asupan vitamin D yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Vitamin D diketahui berperan dalam proses absorpsi atau penyerapan mineral-mineral lain ke dalam tubuh atau aliran darah agar bisa digunakan. Vitamin D sangat esensial perannya dalam memfasilitasi metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang, serta untuk ekspresi protein di dalam dinding usus guna mendukung proses penyerapan kalsium. Asupan vitamin D yang cukup juga berperan dalam membantu menurunkan risiko diabetes tipe 1 dan tipe 2, penyakit auoimun, serta infeksi.

Menurut sebuah penelitian, kekurangan vitamin D sangat umum terjadi pada anak-anak yang sakit. Tidak hanya itu, defisiensi vitamin D juga akan semakin memperparah sakit yang diderita oleh anak, dan jika si kecil dirawat di rumah sakit, maka akibatnya waktu tinggal atau waktu rawatnya akan menjadi lebih lama. Penelitian yang melibatkan ratusan responden itu menunjukkan bahwa anak yang sakit dan dirawat mengalami keadaan defisiensi vitamin D di dalam tubuhnya yang ditunjukkan dengan pemeriksaan darah mereka. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa keurangan vitamin D di dalam tubuh sangat terkait dengan melemahnya kondisi anak, sehingga mereka jatuh sakit. Oleh karena itu, agar tidak mengalami defisiensi vitamin D, maka si kecil perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin D

Jika si kecil tidak dapat bermain di luar karena cuaca yang tidak mendukung atau dirasa tidak banyak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, maka pilihannya untuk memberikan asupan vitamin D pada si kecil adalah dengan cara memberikan kepadanya suplemen yang mengandung vitamin D seperti TARA Kid. Memberikan dua softgel TARA Kid setiap hari untuk anak Anda akan mencukupi kebutuhan vitamin D harian anak agar tumbuh optimal.

Yuk bermain di luar bersama matahari di saat cuaca cerah!

Sumber:

Bidanku.com

Health.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>