Cegah Obesitas Terjadi Pada Anak Anda

Tweet

obesitas pada anak

Ada pemikiran orangtua yang beranggapan anak harus diberi makan banyak agar badannya gempal dan montok. Tapi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin kita dibeberkan fakta bahwa hal tersebut adalah pemahaman yang salah. Anak seharusnya tumbuh sehat dan lincah agar mendapat stimulasi dari luar, bukan tumbuh membesar ke samping hingga menjadi obesitas dan membuatnya menjadi anak yang malas gerak.

Penyebab obesitas pada anak sebenarnya sangatlah kompleks seperti faktor genetik, biologis, perilaku dan budaya. Tapi apabila anak sudah gendut sejak kecil, 90% dapat dipastikan ia akan gendut juga saat dewasa kelak. Pada dasarnya, obesitas terjadi ketika seseorang makan lebih banyak kalori daripada kalori yang mampu dibakar oleh tubuh. Prinsipnya, kebutuhan anak Anda bukanlah kalori yang melimpah, tapi berbagai macam vitamin, mineral dan omega 3 agar otak anak tumbuh sempurna.

Menurut studi dalam Archives of Disease in Childhood. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang obesitas disebabkan oleh beberapa faktor selain pola asupan makanan yang salah. Perhatikan hal-hal berikut ini agar tubuh anak Anda tidak tumbuh ke samping.

  • Menu makan yang buruk: Anak-anak cenderung lebih penasaran akan banyak hal, sehingga mereka lebih senang bermain daripada duduk makan. Nah hal itulah yang membuat kaum orangtua tidak mau ambil pusing terhadap menu makanan anaknya. Anggapan “asal mau makan” pun diterapkan. Junkfood dan mie instan sering dijadikan pilihannya. Padahal bila orangtua mau sedikit berusaha, cara merayu anak agar mau makan bisa dengan cara menyediakan makanan dalam bentuk yang unik dan menarik.
  • Makan atau ngemil terlalu banyak: Selain menu makan yang buruk, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, orangtua cenderung memberi makan anak makanan-makanan berkalori besar seperti es krim, kue, keripik, atau makanan lain dalam kemasan di sela-sela jam makan agar anak tidak rewel. Padahal hal itu adalah pemikiran yang sama sekali tidak benar dan malah menjadi bumerang, menjadikan anak Anda tambun.
  • Kurangnya olahraga: Anak-anak di umur 2-10 tahun cenderung akan malas bergerak apabila disuguhi mainan yang bersifat statis seperti playstation atau game online yang sekarang sedang marak. Padahal di umur itu, anak sebaiknya lebih banyak melakukan kegiatan fisik agar pertumbuhannya optimal.
  • Riwayat keluarga mengidap obesitas: Genetik memang susah dihindari. Anak yang lahir dari orangtua yang memiliki bobot tubuh berlebih cenderung akan mengalami obesitas.
  • Obat (steroid, beberapa obat psikiatris): Bagi anak yang memiliki diabilitas mental biasanya akan diberikan obat-obatan khusus untuk mengobatinya. Obat itu biasanya dapat memicu hormon yang dapat menyebabkan kegemukan.
  • Stress atas suatu kejadian atau perubahan (perpisahan, perceraian, pindah lingkungan, kematian, pelecehan).
  • Rasa rendah diri dan masalah emosional lainnya: Mengapa rasa rendah diri dapat memicu kegemukan pada anak? Hal itu disebabkan anak yang rendah diri cenderung lebih memilih berdiam diri di rumah daripada bergaul dengan teman-teman sebayanya. Ketika anak sendiran tanpa ada teman, biasanya anak akan mencari kesibukan seperti mengemil untuk menghilangkan kebosanannya, hal itulah yang membuat anak menjadi gemuk.

Resiko yang dapat diakibatkan obesitas pada anak-anak meliputi :

  • Peningkatan resiko penyakit jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Masalah Pernapasan.
  • Masalah Tidur.
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah dan minder dengan teman sebaya mereka.
  • Selain itu perasaan depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif kompulsif juga dapat terjadi.

Bagaimana menangani masalah obesitas pada anak?

  • Membuat program untuk mengendalikan berat badan.
  • Merubah kebiasaan makan (makan perlahan-lahan, yang nantinya secara rutin).
  • Mengontrol pola makan serta menyeleksi makanan yang akan dikonsumsi (mengurangi makan makanan berlemak, hindari junk food dan fastfood).
  • Kontrol porsi makan dan mengonsumsi menu rendah kalori setiap harinya.
  • Meningkatkan aktivitas fisik (terutama berjalan dan bermain) dan merubah gaya hidup lebih aktif.
  • Makan bersama keluarga, bukan sambil menonton televisi atau di depan komputer.
  • Tidak memberikan makanan sebagai hadiah.
  • Batasi anak untuk ngemil.
  • Beri motivasi anak agar mau mengontrol berat badannya agar anak memiliki kesadaran diri.

RUMUS BERAT BADAN IDEAL ANAK BALITA :

Berat Badan Ideal pada bayi atau balita dapat dihitung dimana sesuaikan juga jenis kelamin, anak laki-laki dan perempuan berbeda. Menurut WHO yang disebut berat badan ideal untuk usia 3 bulan adalah yang masuk dalam range 5,1 kg – 8,0 kg dan untuk anak 3 tahun adalah 11,4 kg – 18 kg.

Obesitas sering menjadi masalah seumur hidup. Maka dari itu anak harus dibiasakan makan makanan sehat dalam porsi cukup, bukan berlebihan, sedari kecil. Bagi orangtua yang sudah memiliki anak dengan berat badan berlebih, dapat mulai membangun kepercayaan diri anak-anak agar mau mengatur pola makan dengan menekankan kepada anak tentang kualitas hidup sehat dan aktif, sehingga mereka sadar dengan sendirinya tanpa merasa tertekan karena Anda hanya fokus pada masalah berat badan dan memarahi mereka apabila makan banyak.

 

Sumber:

http://dunia-ibu.co.cc

http://www.farmamedia.net/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>