Dengarkan Tubuh Anda Berbicara

Tweet

bagaimana cara mengenali penyakit dengan membaca raut wajah“Read my face..read my face..”

Sebuah kalimat berisi harapan yang biasanya dilontarkan wanita yang sedang memberi sinyal pada gebetan atau kekasihnya agar tahu isi hatinya.

Tapi kali ini penulis tidak akan membahas bagaimana seorang wanita memberi “pertanda” untuk pasangannya. Wajah kitapun memiliki kemampuan khusus untuk memberikan “sinyal-sinyal” agar kita dapat mendeteksi lebih dini penyakit yang mungkin menyerang tubuh kita sehingga tidak bertambah parah.

Jerawat di dagu

Jika jerawat cukup parah, Anda mungkin perlu pergi ke dokter karena ada kemungkinan terdiagnosis sindrom ovarium polikistik (PCOS). Jerawat hormonal seperti ini disebabkan karena wanita dengan PCOS cenderung memiliki tingkat testosteron tinggi yang memproduksi minyak dan pembentukan jerawat.

Lingkaran hitam di leher

Dikenal sebagai acanthosis nigricans, bercak hitam di leher menunjukkan bahwa tubuh sedang mengalami resisten terhadap insulin yang kita gunakan untuk memproses gula. Hal ini dapat menjadi tanda meningkatnya risiko diabetes tipe 2 seringnya disebabkan karena obesitas atau diet tinggi gula dan karbohidrat olahan.

Rambut halus di wajah

Sebagian perempuan memiliki rambut-rambut halus di sekitar wajahnya, dan itu mungkin sedikit memalukan. Ternyata, tumbuhnya rambut halus yang tak biasa itu merupakan tanda adanya sindrom ovarium polikistik yang banyak dialami perempuan muda. Sindrom ini terkadang menyebabkan perempuan mengalami menstruasi yang tak teratur, hingga ketidaksuburan yang membuat perempuan kesulitan mendapatkan keturunan.

Kerutan halus

Kerutan halus di wajah tidak hanya menunjukkan tanda penuaan dini. Kerutan halus di wajah yang terjadi lebih dini juga bisa menjadi tanda osteoporosis. Selain itu, kerutan dalam kasus seperti itu juga bisa menunjukkan bahwa Anda kekurangan vitamin D.

Bibir kering

Bibir kering dan pecah-pecah adalah salah satu gejala dehidrasi. Tapi, tak hanya itu, bibir kering juga memberikan tanda adanya disfungsi tiroid pada tubuh. Bila bibir kering disertai kekeringan di mulut dan nyeri sendi, itu bisa menunjukkan adanya gangguan pada liver. Pecah-pecah pada area sudut mulut dapat terjadi juga pada orang yang kekurangan vitamin B khususnya vitamin B2 (dikenal sebagai riboflavin ) dan B3 yang dikenal sebagai antiinflamasi.

Bercak kuning pada mata, mulut dan hidung

Bercak kuning juga dapat menunjukkan gejala arteri tersumbat dan akan terlihat tumpukan lemak di sekitar mata, hidung dan mulut. Kondisi itu disebut xanthelasma.

Wajah berkeringat

Berkeringat adalah hal normal, tapi kelebihan berkeringat bisa mewakili masalah kesehatan lain seperti hiperhidrosis, kekurangan hormonal, atau menopause pada wanita yang lebih tua. Jadi, bila masalah ini terjadi, sebaiknya kunjungi dokter untuk memeriksakan kesehatan.

Kulit pucat

Kekurangan zat besi disebabkan karena darah tidak cukup menyebar ke kulit sehingga kulit akan terlihat pucat dan menjadi tanda bahwa Anda mengalami tekanan darah rendah. Kondisi ini biasanya juga akan disertai dengan gejala lain, seperti pusing, mual, dehidrasi, hingga depresi.

Perubahan warna pada bibir

Perubahan pada bibir dan kelopak mata menjadi lebih pucat bisa menunjukkan bahwa Anda mengidap masalah anemia. Bila ini terjadi, pertimbangkan untuk mengatur diet dengan lebih banyak makanan yang mengandung zat besi.

Ruam di bawah hidung dan mata

Ruam di dua lokasi berbeda di wajah bisa menjadi tanda bahwa Anda mengidap lupus. Lupus bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga merusak organ lain seperti ginjal, jantung, paru-paru dan otak.

Warna leher lebih gelap dari wajah

Kebanyakan wanita memiliki masalah dengan pigmentasi di leher. Perubahan warna leher atau punuk yang menjadi lebih gelap daripada kulit di sekitar mereka bisa mengindikasikan adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Pembengkakan di wajah

Pembengkakan di area wajah bisa terjadi saat Anda kurang tidur. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa menunjukkan adanya gangguan pada fungsi ginjal dan jantung. Bila gejala mengkhawatirkan seperti ini dan yang lainnya terjadi, tidak salahnya bila Anda mengonsultasikan kesehatan.

Mari kita lebih sensitif untuk mendengarkan tubuh kita. “Mendengarkan” tubuh “berbicara” akan membantu menjauhkan dokter dari hari-hari indah kita.

Sumber :
lifestyle.okezone.com, cnnindonesia.com, hariansehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>