Tahukah Anda? Inilah 7 Fakta Menarik tentang Menguap

Tweet

Jika Anda berpikir menguap hanyalah sebuah indikasi dari kelelahan tubuh agar tidur atau beristirahat, Anda harus berpikir ulang. Karena, mungkin saja Anda merasa tidak mengantuk, tapi tetap saja menguap.

Bahkan ada yang mengatakan jika menguap itu menular. Lantas, apakah itu merupakan penyebab seseorang menguap.

Agar tidak bingung, berikut fakta tentang menguap yang patut Anda ketahui:

1. Benarkah menguap karena tubuh kurang oksigen?

Banyak yang masih mempercayai miskonsepsi bahwa menguap merupakan tanda kurangnya kadar oksigen atau kadar karbondioksida yang tinggi di dalam tubuh. Tapi dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa seberapa banyak pun oksigen atau karbondioksida yang ada dalam tubuh, seseorang bisa menguap dalam kondisi apapun. Beberapa peneliti juga membuktikan bahwa menguap tidak akan berkurang setelah terpapar oksigen yang tinggi, dan tidak banyak menguap ketika terpapar karbondioksida yang tinggi.

2. Menguap bisa menular

Seorang pionir dalam penelitian menguap, Robert Provine, mengatakan, “Menguap bisa sangat menular. Melihat seseorang menguap bisa memicu Anda menguap. Membaca tentang menguap memicu menguap. Duduk di dalam ruangan memikirkan tentang menguap memicu menguap.” Selain itu, banyak penelitian yang mengatakan bahwa menguap lebih menular. Sejumlah peneliti Italia di Natural History Museum di Calvi menyatakan, menguap juga merupakan bentuk transmisi emosi, di mana semakin dekat Anda dengan seseorang, semakin besar kemungkinan Anda tertular untuk menguap.

3. Menguap membuat tubuh waspada

Pernah membayangkan kenapa kita menguap ketika bangun tidur? Bahkan setelah beristirahat dan tidur dalam jangka waktu yang cukup kita tetap menguap. Ini karena menguap berkaitan dengan meregangkan otot dan sendi. Dengan begitu, menguap menyiapkan kita akan tingkat kewaspadaan yang lebih lagi.

4. Menguap tanda adanya penyakit?

Menguap yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya penyakit. Menurut National Institute of Health, pada beberapa orang, menguap berlebihan telah diamati sebagai reaksi yang disebabkan oleh saraf vagus dan hal ini juga bisa mengindikasikan adanya masalah jantung. Pada kasus yang langka, menguap berlebihan juga bisa menjadi tanda adanya masalah otak.

5. Menguap membuat kantung paru-paru terisi udara

Paru-paru kita penuh dengan kantung-kantung udara kecil dan tidak semua kantung itu selalu terisi udara. Ketika kantung udara kekurangan udara, kantung itu akan kempis. Menguap akan membantu mengisi udara yang dibutuhkan kantung tersebut dan mencegahnya menjadi rusak. Ketika kita menguap, kita menghirup lebih banyak udara dari normal yang pada akhirnya dapat mengisi kantung udara. Ini bisa menjadi penjelasan kenapa menguap bisa terjadi ketika napas Anda sesak.

6. Menguap mendinginkan otak

Menurut jurnal Medical Hypotheses, Andrew Gallup dari Princeton University dan Gary Hack dari University of Maryland memiliki pandangan bahwa menguap membantu mendinginkan suhu otak. Mereka mengatakan, otak sangat sensitif pada perubahan sushu dan karena itu harus dilindungi dari panas berlebih. Otak, seperti halnya komputer, bekerja lebih baik ketika dingin. Gallup menambahkan, menguap berlebih merupakan gejala dari kondisi yang meningkatkan suhu inti atau otak, seperti kerusakan sistem saraf pusat dan kurang tidur.

7. Bayi dalam perut juga menguap

Nah hal ini nih yang mungkin bar Anda ketahui. Sejumlah peneliti dari Universitas Durham dan Lancaster menemukan foto USG yang menunjukkan janin menguap. Cara janin menguap berbeda dengan foto USG di mana janin membuka mulutnya. Meskipun alasan pasti menguap pada janin masih belum diketahui, diyakini ini berkaitan dengan perkembangan otak janin.

 

Sumber:

http://health.liputan6.com

http://starberita.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>