Hati-hati Skip Challenge Dapat Merenggut Nyawa!

Tweet

 


Akhir-akhir ini tantangan skip challenge meningkat popularitasnya di tanah air dan hal ini terlihat dari munculnya tagar #SkipChallenge di bebepara sosial media, seperti Instagram dan Twitter. Tantangan skip challenge ini ternyata sangat berbahaya dan memiliki risiko yang tak main-main. Kebanyakan yang memainkan tantangan ini adalah anak berumur belasan tahun. Alasan mereka melakukan hal ini apa lagi selain untuk mendapatkan popularitas di sosial media.

Lalu seperti apa sebenarnya skip challenge? Bagi yang akan melakukan skip challenge, dadanya akan ditekan sekeras-kerasnya selama beberapa detik dan dilakukan secara berkelompok. Peserta Skip Challenge akan mengalami pingsan atau tak sadarkan diri karena kekurangan oksigen. Tantangan konyol ini kemudian diabadikan dalam video dan diunggah ke sosial media.

Sebenarnya tren skip challenge ini sudah ada di Amerika Serikat sejak 2014 lalu dan banyak dilakukan oleh remaja. Saat itu mereka bukan menggunakan istilah skip challenge, tetapi #passoutchallenge. Permainan berbahaya ini ternyata sudah memakan korban, yakni Da’Vorius Gray yang berusia 11 tahun meninggal setelah menjajal tantangan mengerikan skip challenge.

Dokter penyakit Anak asal Indianapolis Dr. Michael McKenna mengatakan skip challenge sangat berbahaya karena mereka mencoba menekan saraf yang membantu mengendalikan detak jantung dan memberikan sinyal untuk memperlambat. Saat itulah kita bisa pingsan karena detak jantung berhenti selama beberapa detik. Ketika kita bermain-main dengan pasokan oksigen ke otak, kita menempatkan diri dalam risiko ekstrim. Entah itu risiko kematian atau paling minimal akan menyebabkan kerusakan otak.

Seseorang yang sedang dalam kondisi kekurangan oksigen atau hipoksia sangatlah berbahaya dan bisa jadi menghentikan jantung untuk selamanya, ujar dr Nastiti Kaswandani SpA(K), Ketua UKK Respirologi PP IDAI. Kita pasti tahu bahwa jantung adalah organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang, banyak orang yang mati-matian menjaga kesehatan jantungnya, mengapa yang sehat malah berani mencoba-coba menghentikan kerja jantung?

Bagi Anda yang memiliki anak berusia belasan, lebih baik Anda bicarakan lebih dini tentang bahaya yang mengintai kepada mereka sebelum mereka berani mencoba tantangan konyol ini ya.

 

Sumber:

Beritasatu.com

www.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>