Yuk Contoh Cara Komunikasi Pangeran William dengan Anaknya!

Tweet

Persepsi adalah suatu yang bersifat subjektif. Yang artinya, beda arah pandang, akan berbeda pula yang menjadi fokus objek. Dalam hal cara asuh terhadap anak, perspektif menjadi salah stau tolak ukur keberhasilan dalam membesarkan anak. Bila orang tua tidak pandai menyamakan persepsi, anak akan tumbuh tak tentu arah bagaikan benih ilalang yang tertiup angin.Mengapa bisa demikian?

Dr.Gill Connel, seorang ahli perkembangan anak, mengungkapkan bahwa anak yang merasa “kecil” di masa kecilnya akan tumbuh dengan kekurangan rasa percaya diri. Dengan rasa percaya diri yang tinggi maka anak akan mampu menyampaikan keinginannya dengan lebih luwes kepada orang tuanya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bila interaksi anak-orang tua terjalin erat, maka akan lebih mudah menyelaraskan persepsi dengan anak.

Kita bisa meniru cara yang dilakukan oleh Pangeran William dalam cara mendidik anak agar lebih mudah menyamakan persepsi. Dalam banyak kesempatan, Pangeran William selalu berjongkok ketika sedang berinteraksi dengan Pangeran George yang baru berusia tiga tahun. Pangeran William berusaha membuat pandangan matanya sejajar mungkin dengan mata Pangeran George.

Para ahli mengatakan posisi berjongkok yang seringkali dilakukan oleh Pangeran William saat berinteraksi dengan anaknya merupakan metode mendengar aktif. Metode ini, lanjut para ahli, perlu ditiru oleh para orang tua ketika mereka hendak berinteraksi dengan anak-anak mereka secara terbuka.

Center For Parenting Education juga mendorong orang tua agar menjadikan metode mendengar aktif ini sebagai bagian dari cara pengasuhan anak. Mendengar aktif tidak hanya membutuhkan posisi dan gestur tubuh yang tepat, seperti berjongkok. Orang tua juga perlu menyisihkan waktu untuk memahami apa yang sedang disampaikan oleh anak dengan cara memberikan fokus perhatian kepada anak ketika berbicara.

Di sisi lain, orang tua juga perlu menerima persepsi anak dengan objektivitas. Dengan kata lain, orang tua perlu menjauhkan diri dari upaya untuk memaksa atau menghentikan anak ketika anak sedang berusaha untuk berkomunikasi. Metode mendengar aktif yang diterapkan pada anak dapat membantu anak untuk memahami dan menghadapi emosinya sendiri dengan lebih baik. Karena metode ini tidak hanya menjadi media bagi orang tua untuk belajar, tetapi juga untuk anak.

Sebaliknya, ketika orang tua tidak melakukan metode mendengar aktif, maka anak tidak akan menyelaraskan pendapatnya dengan isi pikiran orang tuanya, yang berujung dengan ketidak pahaman orang tua kepada sang anak. Karena itu mulai sekarang cobalah untuk mensejajarkan posisi kita sebagai orang tua dengan buah hati tercinta agar anak lebih nyaman menyampaikan aspirasinya dan orang tua menjadi pendengar aktif yang dipercaya oleh sang anak. Dengan begitu sifat percaya diri anak akan tumbuh dan berkembang dari terjadinya keselarasan pandangan dan persepsi di antara kedua belah pihak tersebut.

Agar perkembangan anak di masa pertumbuhan lebih maksimal, bantu dengan memberinya omega-3 setiap hari. Omega-3 kaya di dalam ikan laut dalam seperti ikan salmon dan ikan herring, namun bila Anda sulit memberikan makanan yang mengandung ikan setiap hari, mudah saja! Cukup berikan TARA KID setiap harinya sejak umur anak Anda 0 bulan.

 

sumber:

www.dailymail.co.uk

www.parenting.com

www.foxnews.com

www.huffingtonpost.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>