Membentuk Kecerdasan Anak Sejak Usia Balita

Tweet
http://gendies.com/wp-content/uploads/2014/10/Susu-Kambing-Untuk-Kecerdasan-Anak.jpg

kecerdasan anak

The Golden Age atau periode keemasan adalah saat anak berumur 4-6 tahun. Di saat itu anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa dan kemampuan untuk menyerap informasi sangat tinggi. Di saat balita, anak sangat mudah diajarkan berbagai macam hal. Otak anak akan sangat mudah menyerap informasi dan mempelajari hal baru karena memiliki bermilyar-milyar sel-sel syaraf otak yang sedang ber-kembang dan memiliki kemampuan yang dahsyat.

Perkembangan anak perlu dimaksimalkan selain dengan stimulasi dari pola asuh dari orang tuanya, juga rangsangan dari luar serta perlu ditambahkan nutrisi yang baik dan tepat sasaran untuk anak Anda. Orang tua zaman dahulu menyebutkan “jangan asal memberi makanan untuk anak.” Istilah tersebut benar, karena kenyang belum berarti sehat. Banyak vitamin, mineral dan berbagai asam amino yang dibutuhkan oleh anak usia balita. Selain untuk tumbuh kembang, juga sebagai sumber pembentuk otak agar anak Anda tumbuh menjadi anak yang cerdas. Salah satu komponen terpenting dalam pembentukan otak pada anak adalah omega-3. Salah satu jenis asam lemak yang membantu merangsang kecerdasan anak dengan menambah jumlah neurotransmitter pada otak.

Mengapa jumlah neurotransmitter menentukan kecerdasan seseorang?

Otak manusia terdiri dari 2 belahan otak kiri dan otak kanan yang dipisahkan oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum.Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi,tugas dan respon berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan. Belahan otak kiri terutama untuk berpikir secara rasional, analitis dan berurutan serta membaca, berbahasa dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Neurotransmitter berada sebagai serabut-serabut penyambung di kedua belah otak dan bekerja secara sinergis dengan organ lainnya dalam menyampaikan pesan dari dan ke otak. Semakin banyak neurotransmitter, semakin banyak pula informasi yang terserap, dan semakin cepat juga suatu informasi diproses. Anak-anak yang sering mengonsumsi omega 3 perkembangan fisik dan mentalnya akan sangat baik.

Omega 3 sebaiknya mulai dikonsumsi oleh ibu hamil sejak trimester kedua sebagai bahan pembentuk otak pada janin, dan terus diberikan minimal hingga anak berusia 2 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Laval University, Quebec dan disampaikan pada Journal Of Pediatric menyatakan ibu hamil yang kadar DHA pada darahnya tinggi akan memiliki anak yang lebih baik dalam kemampuan inderawi, kognitif dan gerak motorik.

Para ilmuwan dari Oxford University mengadakan penelitian terhadap dua kelompok anak berusia 1-2 tahun. Satu kelompok diberikan 600 mg asam lemak omega 3 setiap harinya selama 16 minggu, sedangkan satu kelompok lainnya tidak. Setelah anak-anak tersebut berusia 6-7 tahun, anak-anak yang diberikan omega-3 kemampuan membacanya meningkat, sedangkan anak yang tidak diberikan omega-3 memiliki kemampuan yang biasa. “Hasil ini menunjukkan konsumsi omega-3 DHA meningkatkan kinerja membaca dan membantu anak-anak mengejar ketinggalannnya dengan kelompok sebaya mereka,” ujar Dr Alex Richardson, peneliti senior dari Centre for Evidence-Based Intervention di Oxford University.

Pada dasarnya semua anak itu cerdas dan Tuhan memberikan kecerdasan yang berbeda-beda pada setiap individu. Tugas orang tua yang terpenting adalah menstimulasi agar anak bisa mencapai kemampuan optimal mereka. Berikan “jalan” dengan memberikan segala yang terbaik kepada anak Anda agar berkembang menjadi anak yang sehat, cerdas dan membanggakan orangtuanya.

Sumber:
Koran-sindo.com,
Dailymail.com,
tabloidnova.com,
theasianparent.
com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>