Waspadai Pembesaran Jantung agar Jantung Senantiasa Sehat

Tweet

Kebanyakan dari kita sudah mengenal istilah jantung koroner atau serangan jantung. Tapi tahukah Anda istilah pembesaran jantung? Pembesaran jantung bukan penyakit layaknya penyakit jantung lainnya, tetapi merupakan suatu gejala dari kondisi lain. “pembesaran jantung” kebanyakan terlihat pada X-ray dada sebelum uji lain dilakukan untuk mendiagnosis kondisi khusus penyebab pembesaran jantung.

Anda bisa saja mengalami pembesaran jantung karena adanya tekanan pada tubuh Anda, pada masa kehamilan, atau karena kondisi medis, seperti melemahnya otot jantung, penyakit jantung koroner, masalah katup jantung atau irama jantung tidak normal. Pembesaran jantung dapat disebabkan oleh kondisi dimana jantung anda memompa lebih keras dari biasanya atau kerusakan pada otot jantung Anda. Terkadang jantung membesar dan menjadi lemah tanpa sebab yang jelas (idiopatik).

Pada sejumlah orang, pembesaran jantung tidak memberikan tanda dan gejala. Gejala yang sering muncul akibat pembesaran jantung, diantaranya:

• Nafas pendek

• Pening

• denyut jantung tidak normal (aritmia)

• Pembengkakan (edema) di beberapa bagian tubuh

• Batuk

• Nyeri dada

 

Kondisi yang berhubungan dengan pembesaran jantung diantaranya:

Tekanan darah tinggi.

Darah tinggi menyebabkan jantung Anda memompa darah lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, membesarkan dan menebalkan otot jantung.

• Penyakit katup jantung.

Keempat katup di dalam jantung bertugas menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Apabila katup-katup ini rusak karena gangguan seperti demam rematik, kelainan jantung, infeksi (endokarditis infeksiosa), kelainan jaringan ikat, beberapa pengobatan dan radiasi untuk mengobati kanker, jantung Anda dapat membesar.

• Penyakit otot jantung (kardiomiopati).

Kardiomiopati adalah penebalan dan pengerasan otot jantung. Pada tahap awal kardiomiopati mungkin tanpa gejala. Ketika kondisi memburuk, jantung Anda mungkin membesar karena mencoba memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh.

• Serangan jantung.

Kerusakan selama serangan jantung dapat menyebabkan pembesaran jantung.

• Kondisi jantung bawaan (cacat jantung kongenital).

Kebanyakan jenis cacat jantung kongenital dapat mengarah ke pembesaran jantung, karena cacat mempengaruhi aliran darah, memaksanya memompa lebih keras.

• Denyut jantung tak teratur (aritmia).

Apabila Anda mengalami denyut jantung tak teratur, ada kemungkinan jantung Anda tidak memompa darah dengan efektif. Kerja ekstra jantung untuk memompa darah membuat ukurannya membesar.

• Tekanan darah tinggi pada nadi penghubung jantung dan paru-paru Anda (hipertensi pulmonal).

Apabila Anda mempunyai hipertensi pulmonal, jantung Anda perlu memompa lebih keras untuk menggerakkan darah antara paru-paru dan jantung Anda. Hasilnya, sisi kanan jantung akan membesar.

• Anemia.

Anemia adalah kondisi dimana tidak cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Apabila dibiarkan tak diobati, anemia menahun akan membuat denyut jantung menjadi cepat atau tak teratur. Jantung harus memompa lebih banyak darah untuk mencukupi kekurangan oksigen ketika Anda anemik. Meskipun jarang, jantung Anda dapat membesar.

• Kelainan kelenjar gondok.

Baik kelenjar gondok kurang aktif (hipotiroid) dan kelenjar gondok aktif berlebihan (hipertiroid) dapat menimbulkan masalah jantung, termasuk pembesaran jantung.

• Kelebihan besi di tubuh (hemokromatosis).

Hemokromatosis adalah kelainan dimana tubuh Anda tidak dapat menggunakan besi dengan benar, menyebabkan besi menumpuk di berbagai organ, termasuk di otot jantung Anda. Ini menyebabkan pembesaran bilik jantung kiri karena melemahnya otot jantung.

• Penyakit yang jarang mempengaruhi jantung, seperti amiloidosis.

Amiloidosis adalah kondisi dimana protein tak nomal beredar di darah dan dapat menumpuk di jantung dan mengganggu fungsi jantung. Apabila amiloid tertumpuk di jantung, maka akan menyebabkan jantung membesar.

Anda tak bisa menyembuhkan pembesaran jantung dengan obat bebas, tetapi perubahan gaya hidup dapat memperbaiki kondisi Anda.

• Berhenti merokok

• Turunkan berat badan

• Diet rendah garam.

• Kendalikan kencing manis

• Pantau tekanan darah anda

• Lakukan olahraga, setelah mendiskusikan dengan dokter anda mengenai program aktivitas fisik yang tepat.

Mengonsumsi Coenzyme Q10 setiap hari. Coenzyme Q10 mengoptimalkan fungsi otot jantung dan memelihara dinding pembuluh darah serta menjaga kesehatan otot jantung.

• Tidur delapan jam setiap malam

Sumber:

Mayoclinic.com

Alodokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>