Waspadai Penyakit Stroke dan Awasi Pengobatannya!

Tweet

Stroke sebenarnya bukan penyakit baru di dunia medis. Dari zaman dahulu stroke sudah merajalela di bumi dan setiap tahunnya angka penderita stroke semakin bertambah. Seperti yang ketahui, kolesterol tinggi adalah penyebab utama tersumbatnya pembuluh darah, pada akhirnya penyumbatan ini yang menyebabkan pembuluh darah menuju ke otak tersumbat dan  menyebabkan sel-sel saraf kekurangan oksigen dan nutrisi. Bila syaraf yang terhambat adalah yang dari atau ke otak, maka akan terjadilah stroke.

Bila gangguan tersebut berupa penyumbatan pembuluh darah, disebut stroke iskemi. Namun bila pembuluh darah itu pecah, disebut stroke hemoragi. Terjadinya stroke bisa bervariasi satu orang dengan yang lain, tergantung saraf mana yang mengalami gangguan atau kematian. Jadi bisa saja bila pembuluh darah yang tersumbat adalah pembuluh darah menuju otak sebelah kanan, tapi dampaknya terjadi pada tubuh bagian kiri atau sebaliknya.

Yang paling berbahaya dari stroke, sekali seorang terkena stroke, ada resiko untuk terkena serangan berikutnya jika pola makan dan gaya hidup tidak dijaga dan dikontrol sebaik mungkin. Apalagi jika ada penyakit penyerta lain yang bisa berkontribusi meningkatkan faktor resiko, seperti hipertensi atau diabetes. Tiga penyakit ini benar-benar kompak, sering saling membantu dalam hal membunuh manusia.

Pasca pengatasan dari serangan stroke, seorang pasien umumnya perlu menjalani pengobatan seumur hidup dengan terapi yang diistilahkan sebagai terapi pemeliharaan. Selain dengan pengaturan makanan yang baik, olahraga, dan perbaikan pola hidup. Mulailah berhenti merokok,berhenti minum minuman beralkohol, bebaskan pikiran Anda dari stres dan mengonsumsi obat dengan teratur dan tidak boleh putus.

Ketika sudah terkena stroke, mengapa pengobatan tidak boleh putus?

Obat ditujukan untuk menjaga darah agar tetap encer, sehingga perjalanannya di dalam tubuh tidak terhambat. Obat ini harus digunakan secara teratur, walaupun tidak ada serangan atau tidak terasa ada keluhan apa-apa. Seringkali kita tidak patuh minum obat ketika badan terasa sudah membaik dan segar, hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti minum obat padahal kelalaian minum obat itu justru berisiko menimbulkan kekambuhan. Tambahkan suplemen Circulan sebagai langkah pencegahan agar stroke tidak kembali kambuh. Circulan akan membantu melancarkan peredaran darah dari dan ke otak sehingga penyumbatan peredaran darah dapat dicegah lebih dini.

Selain obat-obat pengencer darah secara rutin, semua kondisi yang meningkatkan risiko kekambuhan juga harus dijaga, terutama tekanan darah. Umumnya pasien juga harus mengkonsumi obat-obat anti hipertensi dalam waktu lama. Jika ia juga menderita diabetes tentu pengobatan akan semakin banyak dan yang paling penting selalu rutin memeriksakan kadar gula.

Seseorang yang pernah terkena stroke sangat pantang mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan garam. Sekedar minum es kopyor atau es durian ditambah mie bakso atau bahkan junkfood dianggap tidak menyebabkan apa-apa dan tidak berbahaya. Padahal perilaku tidak patuh tersebut yang justru menjadi faktor pencetus stroke dapat kambuh kembali walaupun pasien sudah rutin mengonsumsi obat-obatan dan kontrol ke dokter. Selain Circulan untuk melancarkan peredaran darah, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi Nature EPA untuk membantu mengikis lemak jahat yang akan membuat peredaran darah tertutup.

 

 

Sumber:

sciencenature.com

webmd.com

detikhealth.com

dokterkita.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>