Tips Membuat Anak Cerdas

Tweet

Anak yang tumbuh cerdas, mampu mampu merencanakan, menyelesaikan masalah, berpikir abstrak, mengombinasikan berbagai ide, cepat menangkap pelajaran dan mampu belajar dari pengalaman pasti menjadi dambaan orang tua.

Berbagai test dan penelitian tentang kecerdasan pun dilakukan, dan akhirnya para peneliti menemukan berbagai jenis kecerdasan yang satu sama lain saling terkait.

Agar kecerdasan anak bisa berkembang optimal, berikut adalah tips membuat anak cerdas :

  1. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan:

  • Asuh anak dengan permainan yang cukup menantang sesuai dengan usianya. Anak akan belajar membangun memori, berbicara dan cara mengendalikan diri yang sangat penting sebagai persiapan memasuki dunia pendidikan.

  • Biarkan anak bermain dengan gembira, jangan langsung dimarahi bila anak berbuat kesalahan.

  1. Berikan nutrisi yang cukup, agar otak anak berkembang optimal dan anak memiliki energi yang cukup untuk tumbuh dan beraktivitas, di antaranya:

  • Vitamin A, yang amat penting untuk fungsi penglihatan. Dengan fungsi penglihatan yang jelas, proses pembelajaran menjadi lebih cepat.

  • Vitamin D, yang amat penting untuk pertumbuhan organ gerak (tulang) dan organ pencernaan, khususnya gigi.

  • Mineral, terutama zat besi dan zinc untuk membantu konsentrasi dan memperkuat daya ingat (memori).

  • Omega-3, khususnya DHA yang amat penting untuk pertumbuhan otak anak.

  1. Berikan stimulasi yang tepat :

  1. Saat anak masih di dalam kandungan:

  • Ajaklah janin berbicara dan berdoa bersama.

  • Perdengarkan musik di dekat perut ibu.

  • Usap-usap perut ibu.

  1. Saat anak masih bayi:

  • Ajak anak berbicara, perkenalkan dengan berbagai bunyi-bunyian, misalnya bunyikan alat musik atau sendok yang dipukulkan ke peralatan dapur, dsb.

  • Biarkan anak menggapai benda-benda yang didekatkan kepadanya, gerakkan mainan yang beraneka warna untuk diikuti, sentuhkan boneka yang lembut untuk digenggam, dsb.

  1. Saat anak mulai bisa diajak bermain:

  • Kombinasikan aktivitas berpikir dengan aktivitas fisik, misalnya:

  • Mengajarkan aturan permainan sederhana misalnya kucing-kucingan, petak umpet dll.

  • Memperkenalkan berbagai jenis mainan edukatif secara bertahap.

  • Mulai memperkenalkan kebiasaan sehari-hari dan aktivitas penting, seperti mandi, mengenakan pakaian sendiri, memakai sepatu, merapikan mainan sendiri, berdoa, toilet training dll.

  • Ajak anak berdiskusi tentang apa yang dialaminya sehari-hari, simak tanggapannya, ajukan pertanyaan yang merangsang anak untuk berpikir dan berimajinasi, contohnya:

  • Saat anak sedang mengamati seekor kucing, tanyakan apakah keluarga kucing tersebut senang kalau dia mengunjungi teman-temannya?

  • Tanyakan apa yang dilihat, didengar, disentuh, dirasakan atau dicium.

  • Saat anak mulai tertarik dengan suatu objek, berikan penjelasan yang cukup banyak untuk menambah pengetahuannya.

  • Arahkan anak untuk berpikir kritis, contohnya: anak diberi cat merah dan biru, kemudian minta anak menggambar dengan cat berwarna ungu.

  • Ajak anak untuk membaca buku bergambar sambil memperkenalkan berbagai hal.

  • Bila anak melakukan kesalahan dan belum dapat menjawab pertanyaan, sabarlah dan pancing dengan pertanyaan atau beri contoh.

Para orang tua dianjurkan untuk terus melakukan stimulasi kecerdasan anak, karena semakin banyak otak anak menerima stimulasi, anak akan semakin cerdas, Use It or Lose It

http://www.healthofchildren.com/I-K/Intelligence.html

http://www.ehow.com/how_4676795_increase-childs-intelligence.html

http://www.pediatricservices.com/answers/008-intelligence.htm

http://www.webmd.com/baby/features/what-makes-kids-intelligent

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>